UJIAN AKHIR SEMESTER KEAMANAN JARINGAN

Nama : I Gede Alit Surya Utama

NIM : 0615353097

Tempat Magang : SMA Negeri 6 Denpasar

Email : alitsurya88_d3tkj@yahoo.co.id

Alamat Blog : alitsurya.wordpress.com

Soal

1. Keamanan jaringan tidak terlepas dari sistem pengalamatannya. Untuk itu apa yang anda dapat jelaskan dari alamat 195.166.15.0/25? Sedangkan apa analisa anda dengan pengalamatan 170.10.155.21:25? Apa hubungannya dengan sistem keamanan jaringan?

2. Subnetting merupakan bagian dari strategi pengalamatan. Menurut analisa anda apakah subnettting ada hubungannya dengan sistem keamanan jaringan? Misalkan dalam sebuah LAN terdapat 3 PC yang terhubung dengan 1 switch yang masingmasing memiliki IP 192.168.1.11/25, 192.168.1.12/25 dan 192.168.1.200/25, jika salah satu dari ketiga PC tersebut terkena Virus dan tidak ada antivirusnya bagaimana dengan PC yang lain, apakah akan tertular virus juga? Apa analisa anda?

3. Jika email anda tiba-tiba mendapat kiriman mail yang sangat banyak dari pengirim yang tidak anda kenal sebelumnya (terjadi kebanjiran mail) dimana kejadian ini terus berulang pada hari-hari selanjutnya, menurut anda apa penyebabnya? Dan apa langkah anda untuk mengatasi gangguan tersebut?

4. Jika sebuah perusahaan menyewa anda untuk membangun sistem keamanan jaringan di perusahaan tersebut maka langkah-langkah apa saja yang anda lakukan untuk membuat jaringannya menjadi aman dan terproteksi dengan baik?

5. Jika sebuah perusahaan menyewa anda untuk membobol sistem di perusahaan lain dan kemudian mencuri serta merusak data-datanya, maka langkah-langkah apa saja yang kira kira akan anda lakukan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut?

6. Syarat untuk menjadi seorang hacker antara lain harus memahami protokol-protokol internet dan pemrograman komputer. Sebutkan dan jelaskan minimal 3 protokol internet yang paling sering dipakai!

7. Anda tentu mengenal istilah Access Control List (ACL) yang merupakan materi di Chapter 11 CCNA2, dimana ACL ini diimplementasikan pada router yang dijadikan gateway yang menghubungkan jaringan LAN & WAN, menurut analisa anda adakah kaitan implementasi ACL dengan sistem keamanan jaringan, jelaskan?

8. Jika anda seorang network administrator di sebuah perusahaan dimana tiba-tiba internet di perusahaan tersebut menjadi sangat lambat dan traffic analyzer menunjukan pemakaian bandwith yang sangat tinggi sedangkan anda tahu bahwa tidak ada yang memakai internet pada saat itu? Menurut analisa anda apa penyebabnya? Bagaimana cara penanggulangannya?

9. Firewall memiliki arti yang sangat penting dalam sistem keamanan jaringan, hal-hal apa saja yang dapat dilindungi oleh firewall? Parameter apa yang dipakai untuk melakukan hal tersebut?

10. Selain firewall terdapat banyak alat bantu (tools) lain yang dapat dipakai untuk membantu seorang network administrator memonitor keamanan di dalam jaringan. Sebutkan dan jelaskan tools-tools yang anda ketahui!

Jawab.

1.- Berarti IP yang dapat digunakan untuk terhubung hanya 128 jenis IP saja

- Hubungannya adalah pembatasan akses computer hanya 128 computer saja yang dapat terhubung

2. Subneting sangat berhubungan dengan system keamanan jaringan, karena dengan subneting kita dapat membatasi jumlah IP yang bisa terhubung pada jaringan anda.

Namun jika salah satu dari anggota jaringan anda terkena virus apalagi tidak ad antivirusnya maka otomatis virus tersebut akan menular ke computer yang lain.

3. a. Berarti ada orang lain yang mengirimkan email dengan menggunakan skrip tertentu agar email yang diterima oleh kita jumlahnya menjadi sangat banyak. ( Bom Email )

b. Langkah-langkah untuk mengatasinya

· Batasi penyebaran alamat email resmi anda

· Manfaatkan Mail Filter pada software mail andac.

· cMemanfaatkan mirror mail.

· Hubungi ISP, bila keadaan sangat memaksa

· Ganti mail address.

4. Yang Akan saya lakukan antara lain.

a. Membatasi Hak Akses

b. Meningkatkan Lapisan Sekuriti dengan system satu jalur masuk

c. Memanfaatkan keanekaragaman software dan hardware untuk meningkatkan keamanan

d. Bila perlu saya akan menggunakan enkripsi data dan digital signature.

e. Memantau kelemahan jaringan.

5. Langkah-langkah yang akan saya lakukan

a. membentuk sebuah kelompok hacking

b. mempelajari seni hacking dengan seksama

c. mempelajari sisterm keamanan dari perusahaan tersebut

d. mengumpulkan software hacking sebanyak mungkin

e. bergerak dengan kelompok.

6. TCP/IP : Internet Protocol dikembangkan pertama kali oleh Defense Advanced Research Projects Agency ( DARPA) pada tahun 1970 sebagai awal dari usaha untuk mengembangkan protokol yang dapat melakukan interkoneksi berbagai jaringan komputer yang terpisah, yang masing-masing jaringan tersebut menggunakan teknologi yang berbeda. Protokol utama yang dihasilkan proyek ini adalah Internet Protocol (IP).

HTTP : digunakan untuk mengirim pesan ke system internet lain

POP 3 : untuk mengakses email yang ad di mail server

SMTP : digunakan untuk mengirim email ke server.

7. ACL dapat berfungsi sebagai keamanan jaringan antara lain :

· Membatasi trafik jaringan dan meningkatkan unjuk kerja jaringan.

· Mengatur aliran trafik.

· Mampu membrikan dasar keamanan untuk akses ke jaringan. Misalnya, host A tidak diijinkan akses ke jaringan HRD dan host B diizinkan.

· Memutuskan jenis trafik mana yang akan dilewatkan atau diblok melalui interface router.

· Mengontrol daerah-daerah dimana klien dapat mengakses jaringan.

· Memilih host-hots yang diijinkan atau diblok akses ke segmen jaringan.

8. a. berarti ada yang menyedot bandwith anda, bisa jadi itu dilakukan oleh orang lain yang menginginkan koneksi geratis dari anda, dengan kata lain ada yang mencuri koneksi anda

b. Cara penanggulangannya dengan mengecek IP IP apa saja kah yang hidup pada jaringan computer anda, jika ada IP yang tidak dikenal langsung kill saja.

9. a. Firewall merupakan sebuah perangkat yang diletakkan antara Internet dengan jaringan internal, Informasi yang keluar atau masuk harus melalui firewall ini. Tujuan utama dari firewall adalah untuk menjaga (prevent) agar akses (ke dalam maupun ke luar) dari orang yang tidak berwenang (unauthorized access) tidak dapat dilakukan.

Konfigurasi dari firewall bergantung kepada kebijaksanaan (policy) dari organisasi yang bersangkutan, yang dapat dibagi menjadi dua jenis: Apa-apa yang tidak diperbolehkan secara eksplisit dianggap tidak diperbolehkan (prohibitted), Apa-apa yang tidak dilarang secara eksplisit dianggap diperbolehkan (permitted).

Firewall bekerja dengan mengamati paket IP (Internet Protocol) yang melewatinya. Berdasarkan konfigurasi dari firewall maka akses dapat diatur berdasarkan IP address, port, dan arah informasi. Detail dari konfigurasi bergantung kepada masing-masing firewall.

b. Firewall dapat berupa sebuah perangkat keras yang sudah dilengkapi dengan perangkat lunak tertentu, sehingga pemakai (administrator) tinggal melakukan konfigurasi dari firewall tersebut. Firewall juga dapat berupa perangkat lunak yang ditambahkan kepada sebuah server (baik UNIX maupun Windows NT), yang dikonfigurasi menjadi firewall. Dalam hal ini, sebetulnya perangkat komputer dengan prosesor Intel 80486 sudah cukup untuk menjadi firewall yang sederhana. Firewall biasanya melakukan dua fungsi; fungsi (IP) filtering dan fungsi proxy.

10. - Putty tools : memonitor IP IP yang hidup pada jaringan

- SoftPerfect Personal Firewall    : adalah suatu jaringan gratis, firewall merancang untuk melindungi PC terhadap serangan dari Internet atau via suatu jaringan area lokal. menawarkan keamanan yang menggunakan aturan user-defined untuk paket penyaringan. Paket ini bekerja pada suatu tingkat rendah dan juga mengijinkan kita untuk menciptakan aturan berdasar pada protokol non-IP seperti ARP

STRATEGI MERANCANG JARINGAN KOMPUTER ( Tugas Keamanan Jaringan )

Dalam dunia Internet yang berkembang sedemikian pesatnya, jumlah para hacker, cracker, dan sebagainya juga semakin meningkat. Kita tidak bisa terus-menerus terlena akan keadaan dan kondisi dimana kita dalam keadaan aman. Apakah kita akan menunggu hingga jaringan kita dirusak oleh mereka? Tentu tidak! Setelah sebuah jaringan komputer kita berfungsi dan terhubung ke jaringan Internet, saat itulah kita harus mulai bersiaga dan memikirkan strategi beserta cara-cara untuk meningkatkan sekuriti jaringan komputer yang kita miliki. Strategi dalam sekuriti jaringan komputer bertujuan untuk memaksimalkan sumber daya yang ada untuk mengamankan sistem jaringan komputer pada titik-titik yang tepat sehingga lebih efisien. Bila tanpa strategi yang tepat, hasil implementasi strategi tersebut tidak akan menghasilkan tingkat sekuriti yang tinggi disamping mengakibatkan terbuangnya sumber daya yang ada akibat tidak tepatnya penempatan dalam jaringan komputer.

Dalam tulisan ini, kita akan mencoba melihat strategi-strategi dasar dalam merancang sekuriti jaringan computer, yang bisa dijadikan acuan untuk penerapan hingga pengembangan sekuriti sistem.

Hak Akses

Hak akses adalah hak yang diberikan kepada user untuk mengakses sistem. Dalam strategi sekuriti, setiap objek dalam sistem (user, administrator, software, sistem itu sendiri, dlsb) harus diberikan hanya hak akses yang berguna untuk menunjang fungsi kerja dari objek tersebut saja ( hak akses seminimum mungkin ). Dengan demikian, aksi objek terhadap sistem dapat dibatasi sehingga objek tidak akan melakukan hal-hal yang membahayakan sekuriti jaringan komputer. Hak akses minimum akan membuat para penyusup dari Internet tidak dapat berbuat banyak saat berhasil menembus sebuah user account pada sistem jaringan komputer. Selain itu, hak akses minimum juga mengurangi bahaya ”musuh dalam selimut” yang mengancam sistem dari dalam.

Kerugian yang ada pada strategi hak akses ini adalah keterbatasan akses yang dimiliki user sehingga dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada saat user sedang menjalankan tugasnya. Penyelesaian masalah ini bergantung kepada dua hal yaitu segi perangkat dan segi administrator jaringan dan keduanya saling terikat. Seorang administrator jaringan harus pandai-pandai menyiasati rancangan hak akses yang akan diberikan kepada user agar kebutuhan user dapat terpenuhi tanpa harus mengorbankan tingkat sekuriti. Bila perangkat yang dijalankan memiliki keluwesan dalam hal setting, hal ini akan memudahkan tugas administrator. Bila tidak, administrator harus memutar otak untuk menyiasatinya. Namun bila usaha tersebut telah maksimal dan hasilnya tetap tidak seperti yang diharapkan, ada dua pilihan yang bisa dilakukan yaitu mengganti perangkat atau memberikan pengertian kepada user akan keterbatasan yang ada.

Lapisan Sekuriti

Lapisan sekuriti adalah seberapa banyak mekanisme sekuriti yang akan digunakan dan tingkatannya, dengan kata lain kita tidak bisa mempertaruhkan seluruh sekuriti jaringan komputer pada satu mekanisme sekuriti saja. Bila satu mekanisme itu gagal melindungi sistem, habislah semua. Oleh karena itu, mekanisme sekuriti harus dibuat lebih dari satu mekanisme. Selain itu, mekanisme-mekanisme tersebut dipasang secara bertingkat/berlapis. Mekanisme sekuriti dapat berupa network security, host/server security, dan human security, dapat pula dikombinasikan sesuai dengan keperluan.

Dalam jaringan komputer, network security dapat dibangun dengan beberapa lapisan. Sebagai contoh, kita bisa membangun firewall dengan dua sub-mekanisme yaitu packet filtering dan proxy system. Mekanisme packet filtering pun dapat dipilah-pilah lagi menjadi beberapa bagian, seperti filtering berdasarkan layanan dan protokol. Setelah lapisan pertama di atas, kita dapat pula membangun lapisan mekanisme selanjutnya. Contohnya, kita bisa menerapkan mekanisme autentifikasi pada setiap paket yang diterima.

Host/server yang memberikan layanan keluar maupun kedalam menjadi titik penting dalam sekuriti jaringan komputer. Pada host security, komponen pada host/server tersebut terutama perangkat lunak perlu dikonfigurasi dengan hati-hati. Layanan Internet seperti SMTP, NFS, Web Service, FTP, dlsb. hanya boleh memberikan layanan sesuai dengan yang direncanakan (features yang tidak utama tidak usah ditampilkan). Sebelum kita tahu pasti tingkat keamanan dari sebuah features dalam software, sebaiknya tidak kita gunakan. Jika kita terpaksa menggunakan features tersebut, kita harus melakukan monitoring yang intensif terhadap segi tersebut.

Human security menyangkut user dan administrator jaringan itu sendiri. Kita dapat memberikan pengarahan tentang sekuriti kepada user dan menanamkan sikap hati-hati ke dalam diri setiap user. Ada baiknya pula bila user-user juga ikut berpartisipasi dalam menjaga dan meningkatkan sekuriti jaringan komputer karena mereka juga bagian dari sistem itu sendiri. Para administrator pun seharusnya lebih berhati-hati dalam bertugas sebab di tangan mereka sekuriti jaringan komputer diletakkan.

Satu Jalur Masuk

Strategi satu jalur masuk adalah cara membuat hanya satu jalan masuk menuju jaringan komputer yang kita miliki. Dengan demikian, hanya satu jalan yang perlu kita awasi dengan penuh dan ketat.

Inti dari strategi ini adalah pengawasan terpusat. Kita bisa mencurahkan sebagian besar daya pengawasan ke titik tersebut sehingga penyusup akan kesulitan menembus jalur tersebut. Jika kita ingin menerapkan strategi ini sepenuhnya, usahakan tidak ada jalur masuk lain selain yang akan kita awasi ketat.

Kelemahan strategi ini adalah bila jalur masuk tersebut berhasil ditembus oleh para penyusup, ia akan langsung mengobrak-abrik jaringan komputer kita. Resiko ini dapat dikurangi dengan membuat pertahanan jalur menjadi berlapis-lapis sehingga memaksa para penyusup untuk menghentikan aksinya.

Enkripsi Data dan Digital Signature

Salah satu strategi yang paling sering digunakan dalam sekuriti jaringan adalah enkripsi data dan digital signature. Digital signature menggunakan prinsip seperti tanda tangan manusia pada lembar dokumen dan dilakukan secara digital. Ia menyatakan keabsahan si pengirim data bahwa data yang dikirimkan benar-benar berasal dari si pengirim. Pada saat ini, enkripsi data dapat dilakukan di perangkat lunak maupun di perangkat keras. Berbagai jenis metoda enkripsi data pada tingkat aplikasi telah dikembangkan seperti RSA, MD-5, IDEA, SAFER, Skipjack, Blowfish, dlsb. Dengan strategi ini, transfer data dari dan ke jaringan komputer berlangsung secara konfidensial.

Stub Sub-Network

Stub sub-network adalah sub-jaringan komputer yang hanya memiliki satu jalur keluar masuk sub-jaringan tersebut. Strategi ini digunakan untuk mengisolasi sub-jaringan komputer yang benar-benar memerlukan perlindungan maksimal. Jalur keluar-masuk sub-jaringan tersebut diawasi dengan lebih ketat daripada strategi satu jalur masuk. Contohnya, data-data rahasia perusahaan yang tersimpan dalam sebuah komputer perlu diakses secara langsung oleh beberapa bagian tertentu. Solusinya tentu saja jaringan komputer. Tetapi salah satu bagian tersebut memerlukan hubungan ke jaringan komputer perusahaan yang telah terhubung ke Internet tanpa harus pindah komputer. Nah, di sinilah strategi stub sub-network diperlukan. Jaringan pengakses data rahasia dirancang hanya memiliki satu jalur masuk melalui komputer yang memiliki akses Internet tersebut. Pengawasan lalu lintas data yang melalui komputer tersebut harus dipantau dengan baik dan dapat pula diberlakukan sistem packet filtering pada komputer tersebut.

Cari Titik Lemah

Sebagaimana bidang sekuriti umumnya, jaringan komputer tidak terlepas dari titik-titik lemah. Titik ini akan lebih banyak tumbuh apabila jaringan komputer yang ada dikoordinir oleh lebih dari satu orang. Jaringan komputer yang besar umumnya berkembang dari jaringan-jaringan komputer yang lebih kecil yang kemudian menggabungkan diri. Selain itu, kadangkala seorang administrator akan mengalami kesulitan bila mengelola sebuah jaringan komputer skala besar seorang diri. Untuk itu, diperlukan koordinasi yang baik antar tiap administrator agar setiap jaringan yang mereka kelola terjamin sekuritinya.

Dua Sikap Umum

“Dua SikapUmum” tersebut adalah sikap menolak secara umum (prohibitive) dan sikap menerima secara umum (permissive). Sikap menolak secara umum mendefinisikan dengan rinci layanan/paket yang diperbolehkan dan menolak lainnya. Strategi ini cukup aman tetapi kadangkala menimbulkan ketidaknyamanan pada user. Untuk itu, administrator yang berniat menjalankan strategi ini perlu mengetahui dengan rinci kebutuhan user dan seberapa jauh pengaruhnya terhadap sekuriti jaringan pada umumnya. Sikap menerima secara umum mendefinisikan dengan rinci layanan/paket yang ditolak dan menerima lainnya. Strategi ini tidak terlalu dianjurkan oleh para ahli karena dengan strategi ini kita mengambil resiko terbukanya berbagai jalan untuk merongrong sekuriti sistem.

Keanekaragaman

Perangkat lunak dan keras yang ada saat ini memiliki bermacam konfigurasi dan keunggulan. Kita bisa memanfaatkan keanekaragaman perangkat-perangkat ini dalam membangun jaringan komputer kita sesuai dengan kebutuhan. Dengan adanya keanekaragaman perangkat ini, bila terjadi penyusupan terhadap sebuah komputer, ia membutuhkan usaha yang lain untuk menembus komputer yang berbeda. Sebelum kita menggunakan perangkat terutama perangkat lunak, ada baiknya bila kita juga mengetahui sejauh mana tingkat sekuriti yang disediakan oleh perangkat tersebut. Dengan begitu, kita akan memiliki data yang lengkap untuk menentukan kombinasi rancangan sekuriti jaringan komputer kita.

Itulah beberapa strategi dasar yang biasa digunakan dalam sekuriti jaringan komputer. Dalam pengkajian dan penerapannya, sebaiknya kita tidak percaya sepenuhnya terhadap strategi dan mekanisme yang kita buat. Intinya, kita harus selalu melakukan evaluasi terhadap sekuriti sistem yang kita buat atau kelola. Seiring dengan berkembangnya teknik-teknik penyusupan dan belum ditemukannya kelemahan-kelemahan dalam sekuriti sistem yang telah ada, kita harus selalu dalam keadaan siap dan waspada menghadapi aksi-aksi di luar dugaan.

HIV/AIDS?

Apa itu HIV

HIV berarti virus yang dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Ini adalah retrovirus, yang
berarti virus yang mengunakan sel tubuhnya sendiri untuk memproduksi kembali dirinya.
Asal dari HIV tidak jelas, penemuan kasus awal adalah dari sampel darah yang dikumpulkan tahun
1959 dari seorang laki–laki dari Kinshasa di Republik Demokrat Congo. Tidak diketahui bagaimana ia
terinfeksi.
Saat ini terdapat dua jenis HIV: HIV–1 dan HIV–2. HIV–1 mendominasi seluruh dunia dan bermutasi dengan sangat mudah. Keturunan yang berbeda–beda
dari HIV–1 juga ada, mereka dapat dikategorikan dalam kelompok dan sub–jenis (clades).
Terdapat dua kelompok, yaitu kelompok M dan O. Dalam kelompok M terdapat sekurang–kurangnya
10 sub–jenis yang dibedakan secara turun temurun. Ini adalah sub–jenis A–J. Sub–jenis B kebanyakan
ditemukan di America, Japan, Australia, Karibia dan Eropa. Sub–jenis C ditemukan di Afrika Selatan
dan India.
HIV–2 teridentifikasi pada tahun 1986 dan semula merata di Afrika Barat. Terdapat banyak kemiripan
diantara HIV–1 dan HIV–2, contohnya adalah bahwa keduanya menular dengan cara yang sama, keduanya
dihubungkan dengan infeksi–infeksi oportunistik dan AIDS yang serupa. Pada orang yang terinfeksi
dengan HIV–2, ketidakmampuan menghasilkan kekebalan tubuh terlihat berkembang lebih lambat
dan lebih halus. Dibandingkan dengan orang yang terinfeksi dengan HIV–1, maka mereka yang terinfeksi
dengan HIV–2 ditulari lebih awal dalam proses penularannya.

Bagaimana HIV menular?

HIV menular melalui cairan tubuh seperti darah, semen atau air mani, cairan vagina, air susu ibu dan
cairan lainnya yang mengandung darah.
Virus tersebut menular melalui:
Melakukan penetrasi seks yang tidak aman dengan seseorang yang telah terinfeksi. Kondom adalah
satu–satunya cara dimana penularan HIV dapat dicegah.
Melalui darah yang terinfeksi yang diterima selama transfusi darah dimana darah tersebut belum dideteksi
virusnya atau pengunaan jarum suntik yang tidak steril.
Dengan mengunakan bersama jarum untuk menyuntik obat bius dengan seseorang yang telah terinfeksi.
Wanita hamil dapat juga menularkan virus ke bayi mereka selama masa kehamilan atau persalinan dan
juga melalui menyusui.

Pengujian HIV

Infeksi HIV dapat diketahui melalui sebuah pengujian antibodi mengenai HIV. Ketika seseorang terinfeksi
dengan HIV, antibodinya dihasilkan dalam jangka waktu 3–8 minggu. Tahap berikutnya sebelum
antibodi tersebut dapat dideteksi dikenal sebagai “tahap jendela”. (window period)
Pengujian dapat dilakukan dengan mengunakan sampel darah, air liur atau air kencing.
Pengujian yang cepat ada dan menyediakan suatu hasil diantara 10–20 menit. Suatu hasil positif
biasanya menuntut suatu test konfirmatori lebih lanjut.
Pengujian HIV harus dilakukan sejalan dengan bimbingan sebelum–selama–dan sesudah

Bagaimana HIV bekerja?

Untuk mengerti bagaimana virus tersebut bekerja, seseorang perlu mengerti bagaimana sistem kekebalan
tubuh bekerja. Sistem kekebalan mempertahankan tubuh terhadap infeksi. Sistem ini terdiri dari
banyak jenis sel. Dari sel–sel tersebut sel T–helper sangat krusial karena ia mengkoordinasi semua sistem
kekebalan sel lainnya. Sel T–helper memiliki protein pada permukaannya yang disebut CD4.
HIV masuk kedalam darah dan mendekati sel T–helper dengan melekatkan dirinya pada protein CD4.
Sekali ia berada di dalam, materi viral (jumlah virus dalam tubuh penderita) turunan yang disebut RNA
(ribonucleic acid) berubah menjadi viral DNA (deoxyribonucleic acid) dengan suatu enzim yang disebut
reverse transcriptase. Viral DNA tersebut menjadi bagian dari DNA manusia, yang mana, daripada
menghasilkan lebih banyak sel jenisnya, benda tersebut mulai menghasilkan virus–virus HI.
Enzim lainnya, protease, mengatur viral kimia untuk membentuk virus–virus yang baru. Virus–virus
baru tersebut keluar dari sel tubuh dan bergerak bebas dalam aliran darah, dan berhasil menulari lebih
banyak sel. Ini adalah sebuah proses yang sedikit demi sedikit dimana akhirnya merusak sistem kekebalan
tubuh dan meninggalkan tubuh menjadi mudah diserang oleh infeksi dan penyakit–penyakit yang
lain. Dibutuhkan waktu untuk menularkan virus tersebut dari orang ke orang.
Respons tubuh secara alamiah terhadap suatu infeksi adalah untuk melawan sel–sel yang terinfeksi dan
mengantikan sel–sel yang telah hilang. Respons tersebut mendorong virus untuk menghasilkan kembali
dirinya.
Jumlah normal dari sel–sel CD4+T pada seseorang yang sehat adalah 800–1200 sel/ml kubik darah.
Ketika seorang pengidap HIV yang sel–sel CD4+ T–nya terhitung dibawah 200, dia menjadi semakin
mudah diserang oleh infeksi–infeksi oportunistik.
Infeksi–infeksi oportunistik adalah infeksi–infeksi yang timbul ketika sistem kekebalan tertekan. Pada
seseorang dengan sistem kekebalan yang sehat infeksi–infeksi tersebut tidak biasanya mengancam
hidup mereka tetapi bagi seorang pengidap HIV hal tersebut dapat menjadi fatal.
Tanpa perawatan, viral load, yang menunjuk pada jumlah relatif dari virus bebas bergerak didalam plasma
darah, akan meningkat mencapai titik dimana tubuh tidak akan mampu melawannya.
Bagaimana HIV bekerja?
Media and HIV/AIDS — Apa itu HIV/AIDS? Page 3
Apa itu AIDS?
Perkembangan dari HIV dapat dibagi dalam 4 fase:
1. Infeksi utama (Seroconversion), ketika kebanyakan pengidap HIV tidak menyadari dengan segera
bahwa mereka telah terinfeksi.
2. Fase asymptomatic, dimana tidak ada gejala yang nampak, tetapi virus tersebut tetap aktif.
3. Fase symptomatic, dimana seseorang mulai merasa kurang sehat dan mengalami infeksi–infeksi
oportunistik yang bukan HIV tertentu melainkan disebabkan oleh bakteri dan virus–virus yang berada
di sekitar kita dalam segala keseharian kita.
4. AIDS, yang berarti kumpulan penyakit yang disebabkan oleh virus HIV, adalah fase akhir dan
biasanya bercirikan suatu jumlah CD4 kurang dari 200.

Apa itu AIDS?

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah fase terakhir dari infeksi HIV dan biasanya
dicirikan oleh jumlah CD4 kurang dari 200.
AIDS bukanlah penyakit yang khusus melainkan kumpulan dari sejumlah penyakit yang mempengaruhi
tubuh dimana sistem kekebalan yang melemah tidak dapat merespons.

Monitoring Perkembangan dari HIV ke AIDS

Terdapat dua cara pengujian yang tersedia dalam memonitor perkembangan HIV/AIDS:
Pengujian CD4 adalah mengukur jumlah dari CD4 atau sel T–helper didalam darah. Kekuatan dari sistem
kekebalan anda adalah merupakan suatu prediksi yang baik tentang bagaimana anda akan
memerangi infeksi.
Pengujian viral load adalah mengukur jumlah dari HIV didalam darah dalam setiap ml darah. Semakin
tinggi viral load maka semakin cepat pula perkembangannya ke AIDS.

Gaya Hidup Positif

Tidak ada pengobatan untuk HIV atau AIDS akan tetapi hidup berdampingan dengan kedua penyakit
tersebut menjadi semakin dapat diatur.
Sangatlah mungkin bagi pengidap HIV/AIDS dalam menjalani suatu hidup yang produktif dengan
mengikuti suatu diet tinggi akan protein dan kilojoule yang sehat, mengatur tingkat–tingkat stress,
mempraktekan seks yang aman dengan mengunakan kondom, tidak minum air yang belum dimasak,
moderasi dalam mengkonsumsi alkohol dan merokok, mencuci tangan, memastikan kesejahteraan spiritual
dan emosional serta memperhatikan infeksi oportunistik sedini mungkin. Orang yang memiliki
hewan piaraan harus mengikuti tindakan pencegahan yang normal dengan menjamin bahwa makanan,
kotoran dan tempat tidur mereka selalu segar dan memenuhi norma kesehatan sepanjang waktu.
Perawatan harus dilakukan untuk menghindari pukulan, goresan dan gigitan serta binatang tersebut
harus dimandikan dan divaksinasi secara teratur.

Pengobatan

Obat–obatan Antiretroviral (ARV) bukanlah suatu pengobatan untuk HIV/AIDS tetapi cukup memperpanjang
hidup dari mereka yang mengidap HIV. Pada tempat yang kurang baik pengaturannya permulaan
dari pengobatan ARV biasanya secara medis direkomendasikan ketika jumlah sel CD4 dari orang
yang mengidap HIV/AIDS adalah 200 atau lebih rendah. Untuk lebih efektif, maka suatu kombinasi
dari tiga atau lebih ARV dikonsumsi, secara umum ini adalah mengenai terapi Antiretroviral yang sangat
aktif (HAART). Kombinasi dari ARV berikut ini dapat mengunakan:
1. Nucleoside Analogue Reverse Transcriptase Inhibitors (NRTI’), mentargetkan pencegahan protein
reverse transcriptase HIV dalam mencegah perpindahan dari viral RNA menjadi viral DNA (contohnya
AZT, ddl, ddC & 3TC).
2. Non–nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitors (NNRTI’s) memperlambat reproduksi dari HIV
dengan bercampur dengan reverse transcriptase, suatu enzim viral yang penting. Enzim tersebut sangat
esensial untuk HIV dalam memasukan materi turunan kedalam sel–sel. Obat–obatan NNRTI termasuk:
Nevirapine, delavirdine (Rescripta), efavirenza (Sustiva).
3. Protease Inhibitors (PI) mengtargetkan protein protease HIV dan menahannya sehingga suatu virus
baru tidak dapat berkumpul pada sel tuan rumah dan dilepaskan.
Pencegahan perpindahan dari ibu ke anak (PMTCT): seorang wanita yang mengidap HIV(+) dapat
menularkan HIV kepada bayinya selama masa kehamilan, persalinan dan masa menyusui. Dalam ketidakhadiran
dari intervensi pencegahan, kemungkinan bahwa bayi dari seorang wanita yang mengidap
HIV(+) akan terinfeksi kira–kira 25%–35%. Dua pilihan pengobatan tersedia untuk mengurangi penularan
HIV/AIDS dari ibu ke anak. Obat–obatan tersebut adalah:
1. Ziduvidine (AZT) dapat diberikan sebagai suatu rangkaian panjang dari 14–28 minggu selama masa
kehamilan. Studi menunjukkan bahwa hal ini menurunkan angka penularan mendekati 67%. Suatu
rangkaian pendek dimulai pada kehamilan terlambat sekitar 36 minggu menjadi 50% penurunan.
Suatu rangkaian pendek dimulai pada masa persalinan sekitas 38%. Beberapa studi telah menyelidiki
pengunaan dari Ziduvidine (AZT) dalam kombinasi dengan Lamivudine (3TC)
2. Nevirapine: diberikan dalam dosis tunggal kepada ibu dalam masa persalinan dan satu dosis tunggal
kepada bayi pada sekitar 2–3 hari. Diperkirakan bahwa dosis tersebut dapat menurunkan penularan
HIV sekitar 47%. Nevirapine hanya digunakan pada ibu dengan membawa satu tablet kerumah ketika
masa persalinan tiba, sementara bayi tersebut harus diberikan satu dosis dalam 3 hari.
Post–exposure prophylaxis (PEP) adalah sebuah program dari beberapa obat antiviral, yang dikonsumsi
beberapa kali setiap harinya, paling kurang 30 hari, untuk mencegah seseorang menjadi terinfeksi dengan
HIV sesudah terinfeksi, baik melalui serangan seksual maupun terinfeksi occupational.
Dihubungankan dengan permulaan pengunaan dari PEP, maka suatu pengujian HIV harus dijalani
untuk menetapkan status orang yang bersangkutan. Informasi dan bimbingan perlu diberikan untuk
memungkinkan orang tersebut mengerti obat–obatan, keperluan untuk mentaati, kebutuhan untuk mempraktekan
hubungan seks yang aman dan memperbaharui pengujian HIV. Antiretrovirals direkomendasikan
untuk PEP termasuk AZT dan 3TC yang digunakan dalam kombinasi. CDC telah memperingatkan
mengenai pengunaan dari Nevirapine sebagai bagian dari PEP yang berhutang pada bahaya
akan kerusakan pada hati. Sesudah terkena infeksi yang potensial ke HIV, pengobatan PEP perlu dimulai
sekurangnya selama 72 jam, sekalipun terdapat bukti untuk mengusulkan bahwa lebih awal seseorang
memulai pengobatan, maka keuntungannya pun akan menjadi lebih besar. PEP tidak merekomen-
Pengobatan
Media and HIV/AIDS — Apa itu HIV/AIDS? Page 5
dasikan proses terinfeksi secara biasa ke HIV/AIDS sebagaimana hal ini tidak efektif 100%; hal tersebut
dapat memberikan efek samping yang hebat dan mendorong perilaku seksual yang tidak aman.

Teknologi Sel Punca Indonesia Termaju di Asia

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Dr dr Fachmi Idris, mengatakan bahwa kemampuan individual para dokter Indonesia dalam teknologi sel punca (stem cell) merupakan yang termaju di Asia. “Bahkan kalangan medik dunia merekomendasikan Indonesia sebagai tempat operasi jantung dengan teknologi sel punca untuk kawasan Asia,” kata Fachmi Idris di Jakarta, Jumat.

Sel punca dimaknai sebagai sel yang secara umum berada pada tahap amat dini dan punya kemampuan untuk menjadi sel tipe khusus lain, seperti menjadi sel hati, sel kulit, sel saraf, dan sebagainya.

Menurut dia, teknologi dan sarana kesehatan di Indonesia sudah sangat memadai untuk menangani tindakan medis yang diperlukan.

“Dan kualitas para dokter kita juga sudah sangat bagus, tidak kalah dengan kualitas dokter di luar negeri,” kata Fachmi.

Tetapi tren maraknya pasien Indonesia yang berobat ke luar negeri perlu pembenahan yang serius dari sisi pengelolaan non-medis, tambahnya.

“Tentang bagaimana kepuasan pasien itu tercapai, dan masalah pencitraan tentang rumah sakit itu yang harus lebih bagus lagi,” kata ketua umum periode 2006-2009 itu.

Dokter keluarga

Ia juga mengingatkan perlunya pengembalian peran penting sistem kesehatan di Indonesia, “Harus kembali ke sistem yang terpadu, dan sistem dokter keluarga serta sistem rujukan harus diberlakukan lagi.”

Sistem rujukan dan dokter keluarga, masih kata Fachmi, akan menghindarkan penumpukan pasien di dokter spesialis, sebab seharusnya dokter spesialis tidak perlu menangani penyakit yang ringan berupa batuk pilek biasa.

“Dengan sistem dokter keluarga dan sistem rujukan, penyakit-penyakit akan tersaring dengan baik, sehingga hanya pasien dengan penyakit benar-benar berat saja yang akan ditangani oleh dokter spesialis,” katanya.

Selain mendesak revitalisasi peran sistem rujukan dan dokter keluarga, Fachmi juga mendorong agar pemerintah segera merealisasikan asuransi kesehatan bagi semua penduduk Indonesia.

“Dengan kemauan politik dan sistem yang tepat, asuransi kesehatan ini jangan lagi cuma jadi cerita, tapi sudah harus diwujudkan,” katanya.

Hal lain yang diinginkan oleh pihak ikatan dokter adalah adanya subsidi di bidang pendidikan kedokteran, dengan tujuan semakin banyak orang Indonesia menjadi dokter dan mengabdi kepada bangsa.

Intel Perkenalkan Perangkat Baru Jaringan Kesehatan

Produsen perangkat keras dan lunak komputer, Intel Corporation, memperkenalkan aplikasi baru Intel® SOA Expressway, software yang akan meningkatkan efisiensi lalu lintas informasi kesehatan di rumah sakit dan jaringan informasi kesehatan

Perangkat lunak ini, menurut Intel dalam pernyataannya di laman mereka, dapat memudahkan para penyelenggara kesehatan untuk terhubung antara satu dengan yang lainnya dan mereka diuntungkan dengan menurunnya biasa integrasi.

Berbagi informasi pasien di antara partisipan dalam jaringan kesehatan sering terkendala oleh tingginya biaya dan kompleksitas kepemilikan data maupun integrasi layanan.

Oleh karenanya, Intel SOA Expressway for Healthcare menawarkan sebuah solusi efisiensi biaya untuk mengatasi masalah itu, dengan menyediakan langkah efisien dan terukur dalam menerjemahkan, memproses, dan menghubungkan banyak format data dalam sebuah jaringan kesehatan.

Intel, katanya, juga telah membentuk sebuah kelompok validasi vendor software independen (ISVs) yang mempunyai berbagai kapabilitas terbaik untuk mengembangkan penyempurnaan jaringan kesehatan yang menggunakan Intel SOA Expressway. Vendor yang ikut berperan memvalidasi software Intel itu di antaranya Apelon, Infotech Global (IGI), Initiate Systems, Oracle, maupun Red Hat.

Layanan-layanan yang diberikan oleh para vendor ternama itu termasuk pengendalian penerjemahan kosakata medis (kesehatan), aplikasi-aplikasi portal klinik pasien, tampilan indek pasien, pendukung penyimpanan data klinik dan sistem operasi.

Pemvalidasian ekosistem itu membantu melengkapi arsitektur SOA penanganan data kesehatan generasi selanjutnya.

Beberapa institusi kesehatan telah sukses memanfaatkan software in termasuk sebuah jaringan rumah sakit di Shanghai, Cina.

“Intel SOA Expressway untuk kesehatan mengatasi berbagai kesulitan skenario integrasi rumah sakit untuk kami,” kata Shen Ping, general manager divisi layanan kesehatan di Wonders Information Co, pengintegrasi sistem pengembangan jaringan kesehatan Shanghai.